Guru
Yang Tak Bisa Saya Lupakan
Aku
sering mendengar orang berbicara jika masa SMA adalah masa yang paling bahagia
dan masa yang tidak akan pernah kita lupakan. Tetapi jika aku mengingat masa SMA-ku
semua yang kualami seperti mimpi buruk karena tugas yang sangat banyak dengan
tenggat waktu yang sangat singkat. Salah satu penyebabnya adalah guru yang
tidak bisa aku lupakan karena aku dan teman-temanku mengalami banyak kenangan
buruk dan juga baik dengannya.
Beliau
adalah guru fisika di sekolahku, Bayu Permana namanya. Tetapi, orang-orang
memanggilnya Bayu. Beliau adalah guru fisika di SMA Harapan Bangsa. Pak Bayu
adalah satu-satunya guru fisika di sekolahku. Beliau sangat terkenal dengan kedisiplinannya.
Kalian yang baru mengenal beliau pasti mengira beliau itu galak, seram,
menakutkan, itu sih yang aku rasakan saat pertama kali kenal dengan beliau.
Beliau
berumur sekitar empat puluh tahun. Rambutnya hitam pendek tetapi kadang beliau memangkas
habis rambutnya sampai botak. Beliau mempunyai bentuk wajah yang bulat. Beliau
mempunyai mata yang besar, bola matanya berwarna hitam. Hidungnya tidak terlalu
mancung namun tidak terlalu pesek juga.
Postur
tubuh yang cukup berisi bisa dikatakan gemuk, tingginya sesuai dengan
rata-rata. Gaya berpakaiannya seperti layaknya guru, ia selalu mengenakan baju
kemeja biru muda. Mungkin, itu baju favorit beliau.
Beliau
mempunyai sifat yang disiplin dan tegas. Kami harus tepat waktu jika harus
masuk kelas. Sekolah ku mewajibkan muridnya untuk sholat dhuha dan tadarus
al-qur’an tiap pagi hari sebelum bel masuk berbunyi dan jika jam pelajarannya
mulai di pagi hari, kami harus memakai strategiang cepat karena jika
tidak, ia akan mengunci kelas dan kami tidak diperbolehkan masuk mengikuti
pelajarannya,tak jarang kami berlalu ke kelas masih memakai mukena.
Awalnya aku sangat bersemangat mengikuti
pejalaran fisika karena pada saat itu pada kelas satu SMA semester awal aku dan
teman-temanku baru belajar bab besaran dan satuan yang bisa dibilang sangat
mudah. Ia juga sering bercerita tentang hal-hal lucu yang membuat kami tertawa
meskipun tak jarang pembicaraannya di luar topik pembahasan. Tetapi, seiring
waktu dia memberikan kami tugas yang sangat banyak sampai kami bingung harus
mengerjakan yang mana terlebih dahulu. Jadilah saat kelas sepuluh kami sekelas
hanya mendapat nilai pas kkm, sangat menyedihkan.
Semua
berubah saat kita semua tahu sifat aslinya saat mengajar. Aku mengakui kalau dia adalah seorang jenius, semua soal rumit bisa dia kerjakan.
Setelah beranjak di kelas dua dia mulai memberikan kami banyak cobaan. Mulai
dari mengerjakan delapan puluh soal fisika dengan standar olimpiade dengan
waktu sehari! Bayangkan siapa yang bisa menyelesaikannya padahal dalam satu
hari itu kamu punya empat mata pelajaran yang berbeda dan dengan berbagai macam
tugas masing-masing.
Kelasku
punya banyak sekali kenagan yang tidak akan terlupakan dengannya pernah waktu
itu dia marah dan menumpahkan tempat sampah yang sangat besar ke dalam kelasku
dan menyiramkan air satu ember sambil melemparkannya, padahal saat itu kita
baru saja habis piket, semua sakit hati dan sedih. Kami tidak habis pikir mengapa dia begitu.akhirnya kita
sekelas bekerja sama membersihkan kelas yang sangat kotor,bau dan juga seperti
habis terkena badai. Kalau tidak salah dia melakukan itu empat kali di kelasku.
Beliau
juga sering sekali mengirim tugas tambahan untuk kami, terkadang beliau
mengirim soal itu lewat group whats app. Pernah saat itu ia mengirim
sepuluh soal fisika yang sangat rumit pada jam empat sore dan tenggat waktu jam
tujuh malam hari itu juga, kami sangat tertekan saat itu, karena besoknya juga
kami akan mengikuti ujian matematika yang gurunya juga termasuk guru sifatya
hampir sama dengan guru fisikaku itu.
Jika
berbicara tentang matematika, aku teringat dengan guru matematikaku, dia sangat
menyebalkan. Beliau sangat terkenal dengan kerapihan siswa. Kalian yang baru
mengenal beliau pasti mengira beliau itu baik. Tetapi, beliau mempunyai sifat
yang menjengkelkan muridnya, kadang suka ngambek.
Beliau
berumur sekitar tiga puluh tahun. Beliau menyukai style dengan rambut hitam pendek klimis disisir rapih. Beliau mempunyai
bentuk wajah yang tirus. Beliau mempunyai mata yang besar, bola matanya
berwarna hitam. Hidungnya tidak terlalu mancung namun tidak terlalu pesek juga.
Postur
tubuh yang kurus bisa, tingginya menjulai tinggi. Gaya berpakaiannya seperti
layaknya orang kantoran, ia selalu berpakaian rapih, lengkap dengan dasi dan
gesper.
Di
kelas, beliau mempunyai aturan saat pelajarannya, yaitu kami harus mempunyai
buku akutansi besar untuk menyalin semua yang tertulis di buku latihan dan jika
kami mengerjakan tugas harus di salin di buku besar dan semua itu harus memakai
soal. Beliau juga sering memberikan kami soal matematika yang sangat banyak dan tenggat
waktu yang cepat, bayangkan lima puluh soal matematika harus selesai dalam
sehari dan di kumpulkan sore, jadilah kami mencuri waktu mngerjakan matematika
di tengah pelajaran yang lain.
Di
tahun terakhir SMA kami ia selalu memberikan banyak sekali tugas. Kami sering
diberikan soal mendadak dan jumlahnya sangat banyak, bahkan H-2 UN saja kami
masih bertarung dengan delapan puluh soal matematika yang dia berikan, awalnya
kami seharusnya bisa belajar untuk SBMPTN tapi karena soal yang dia berikan
sangat bnyak yang kami tidak bisa membagi waktu jadi kami tidak belajar
maksimal untuk SBMPTN.
Masa
SMA-ku dan teman-temanku tidak jauh dari bergadang mengerjakan tugas bahkan
kami sering harus pulang larut malam jika mengerjakan tugas kelompok dan
tertekan karena terlalu banyak tugas dan guru yang tidak pernah mengerti apa
yang kita rasakan. Belum lagi sekolah kami ada pelajaran riset yang mengharuskan kami membuat penemuan baru atau menginovasi
sesuatu dengan menyusun karya ilmiah berserta prototypenya, dan kami harus
mempresentasikannya di depan panelis saat pekan ilmiah.
Sebenarnya
banyak sekali pengalaman yang tidak akan pernah aku lupakan tentang guruku yang
itu yang tidak akan muat di kertas ini. Dibalik sifat mereka yang tegas dan
disiplin saat di dalam kelas, sifat mereka menjadi sangat bertolak belakang di
luar kelas, mereka menjadi orang yang sangat ramah dan humoris. Mungkin mereka
punya alasan mengapa mereka seperti itu. Tapi aku dan teman-temanku juga
menemukan hikmah di balik semuanya, kami jadi terbiasa dengan tugas yang banyak,
tenggat waktu yang singkat dan harus mengerjakanya dengan sempurna. Terima
kasih pak sudah mengarkan kita banyak hal, dan juga sudah menjadi salah satu
yang menjadikan masa SMA-ku menjadi berwarna dan tidak bisa di lupakan.