Kamis, 21 Desember 2017

Argumentasi


Keberadaan Transportasi Berbasis Online

Menurut (Doni Unair), Pengertian Transportasi online adalah salah satu bentuk dari penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berjalan dengan mengikuti serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan (teknologi). Di Indonesia terdapat macam-macam jenis transportasi, ada transportasi darat, laut, dan udara. Melihat begitu pentingnya peran trasportasi dalam kehidupan sehari-hari muncullah trasportasi berbasis online. Namun, transportasi berbasis online menuai pro dan kontra. Mayoritas dari supir transportasi konvensional tidak menerima keberadaan transportasi berbasis online ini karena menganggap bahwa para konsumen beralih untuk memakai transportasi online. Transportasi berbasis online diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah orang yang ingin berpergian, dan lebih memberikan rasa aman.
Tranportasi berbasis online diciptakan dengan tujuan untuk mempermudah orang yang ingin berpergian. Sebagai contoh mudah memesannya, efesien dan efektif, harganya pun terjangkau. Konsumen hanya tinggal memesan transportasi melalui aplikasi, layanan siap mengantar kemana pun sesuai tujuan. Menurut Anton yang diwawancara oleh Sindonews.com 2011 "Sejak ada taksi online saya semakin dimudahkan. Selain murah, untuk memesan taksi tinggal klik dan dijemput.”
Transportasi berbasis online lebih memberikan rasa aman karena di dalam aplikasi online terdapat informasi siapa supirnya, siapa penumpangnya, kemana arah dan tujuannya, dan terdapat fitur peta di dalam aplikasinya yang bisa melacak rute yang kita lewati. Jika terjadi sesuatu, ketinggalan barang misalnya, kita bisa menghubungi operator, atau supir transportasi online tersebut. Jika terjadi perampokan, perampasan, atau kejahatan lain yang dilakukan oleh supir kepada konsumen atau pun sebaliknya akan mudah bisa terlacak. Menurut Yudi yang diwawancara oleh Sindonews.com 2011 "Murah, saya bisa istirahat dalam perjalanan. Ya, jika dihitung-hitung lebih hemat dibandingkan kita pakai supir pribadi,  taksi online lebih nyaman dan aman.”

Para pelaku transportasi konvensional mulai merasa keberadaan transportasi online adalah sebuah ancaman. Mulai dari ancaman dari sisi ekonomi lantaran transportasi berbasis online dinilai mengurangi pendapatan transportasi konvensional, dan juga tidak ada aturan yang mengatur keberadaan  transportasi berbasis online tersebut, mayoritas pelaku transportasi konvensional menuntut pemerintah agar transportasi berbasis online segera dihapuskan.
Saya pribadi tidak setuju jika transportasi online dihapuskan. Kalau pelaku transportasi konvensional merasa dirugikan kenapa tidak beralih saja menjadi pelaku transportasi online. Kalau memang belum ada aturannya, saran saya pemerintah harus memberi respon dengan membuat aturan yang memuat dan mengatur transportasi model online ini. Jangan terlalu mengikuti kemauan transportasi konvensional saja.
Sebagian besar konsumen tidak setuju jika transportasi online dihapuskan, dan konsumen mengaku merasa diuntungkan dengan kehadiran transportasi berbasis online, karena transportasi berbasis online lebih efesien dan efektif, lebih memberikan rasa aman. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar